Polisi Kejar Sindikat Penculikan Anak

Jakarta, Aktual.com – Polres Sukabumi Kota dan Polsek Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebarkan anggotanya untuk memburu sindikat penculikan anak di bawah umur untuk dijadikan pengemis.

“Kami sudah membentuk beberapa tim dan menyebarnya ke beberapa kota dan kabupaten di Jabar yang diduga menjadi tempat persembunyian sindikat peculikan anak ini,” kata Kapolsek Cisaat, Kompol Warsito di Sukabumi, Sabtu (15/10).

Dua anak asal Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban penculikan sindikat yang tengah diburu polisi tersebut yakni Sultan Alisahbana bin Uyung (10) dan M Farhan (8) warga Kampung Cibatupos RT 23/ 07, Desa/Kecamatan Cisaat yang diculik pada sejak Minggu, (09/10).

Sultan sudah ditemukan oleh warga, saat mondar mandir kebingungan di Masjid Agung Ciranjang, Kabupaten Cianjur, namun untuk Farhan belum diketahui keberadaannya.

Perburuan pelaku dan pencarian hingga saat ini tim sudah berada di bebeapa lokasi, seperti di daerah Kabupaten Bandung Barat dan beberapa daerah lainnya yang diduga menjadi tempat persembunyian tersangka.

“Identitas pelaku sudah diketahui, sindikat ini menculik anak-anak untuk dijadikan pengemis dan dipaksa menyetorkan sejumlah uang dari hasil mengemisnya. Bahkan, informasi dari korban yang berhasil diselamatkan, pelaku tidak segan bertindak kasar,” katanya.

Warsito mengimbau keluarga lebih ketat lagi menjaga anaknya saat sedang bermain atau di luar rumah, serta mengajari si anak agar waspada jika bertemu orang yang baru dikenalnya.

Advertisements

KPK Tetapkan Dua Tersangka Hasil OTT Pemkab Kebumen

Jakarta, Aktual.com-Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangka tangan (OTT) pada Sabtu (15/10). Dari kegiatan tersebut, penyidik memutuskan untuk mentetapkan dua penyelenggara negara jadi tersangka.

Keduanya yakni Ketua Komisi A DPRD Kebumen, Yudhy Tri Hartono (YTH) dan Sigit Widodo (SGW), PNS di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada Pemerintah Kabupaten Kebumen.

“KPK memutuskan untuk meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan, dengan menetapkan dua tersangka, saudara SGW selaku PNS, dan YTH anggota DPRD Kebumen,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat jumpa pers di kantornya, Minggu (16/10).

Dijelaskan Basaria, keduanya ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima suap dari Direktur PT Otda Sukses Mandiri Group, Hartoyo. Suapnya berkaitan dengan ijon proyek milik Dinas Pendidikan, yang anggarannya masuk dalam APBD-Perubahan Pemkab Kebumen 2016.

Modusnya, pihak Pemkab Kebumen, DPRD dan pengusaha menyepakati nominal ‘fee’ 20 persen dari total anggaran proyek sebesar Rp4,8 miliar. Dengan memberikan ‘fee’ si pengusaha dijanjikan akan mendapatkan proyek yang dimaksud.

“Modusnya, agar pihak pengusaha dapat proyek ini, ada ‘fee’ sekitar 20 persen dari nilai Rp4,8 miliar, yang diterima nantinya Rp750 juta. Dan aari tangan YTH disita uang Rp70 juta,” jelas Basaria.

Atas dugaan tersebut, baik Yudhy dan Sigit dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan atau Pasal 12 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

MU makin kuat

MU musim ini lebih kuat. Walau begitu, Liverpool tetap punya kemungkinan untuk menang, Selasa (18/10) dini hari WIB nanti.

United mencatatkan empat kemenangan beruntun atas Liverpool di Liga Primer. Adapun The Reds mampu membalasnya dan mencatatkan kemenangan agregat 3-1 di perempat-final Liga Europa.

Kemenangan itu tak membuat Klopp takabur karena ia tahu United sekarang semakin kuat. “[Zlatan] Ibrahimovic tidak ada di sana [musim lalu], Pogba juga. Mereka berdua adalah pemain kelas dunia dan ketika mereka ada dalam tim Anda, tim Anda takkan lebih buruk dari tahun lalu, pasti,” ujar Klopp.

“Sayangnya, ini adalah tim yang sangat kuat dari Manchester, mereka sangat paham tentang sepakbola, mereka berpengalaman, tenang dalam momen yang tepat, mereka tak butuh penampilan kelas dunia untuk menang.”

“Bahkan ketika hari hujan, masih mungkin untuk mencetak gol dan menang – mereka punya tipe pemai macam itu dalam tim, tapi bukan berarti mereka pasti menang. Itu hanya berarti mereka punya kemungkinan,” tandas sang manajer.