Donald Trump Terpilih Sebagai Presiden AS Ke-45

Donald Trump mengklaim posisinya hari Rabu (9/11) sebagai presiden Amerika Serikat ke-45, sebuah kemenangan menakjubkan bagi pengusaha selebriti dan politisi pemula yang mengkapitalisasi kegelisahan pemilih mengenai ekonomi, memanfaatkan ketegangan rasial dan menghindari serangkaian tuduhan serangan seksual dalam perjalanannya menuju Gedung Putih.

Kemenangannya atas Hillary Clinton, yang tidak diumumkan sampai setelah tengah malam, akan mengakhiri dominasi Partai Demokrat selama delapan tahun di Gedung Putih dan mengancam penghapusan pencapaian-pencapaian besar dari Presiden AS Barack Obama.

Trump telah berjanji untuk bertindak cepat untuk mencabut undang-undang perawatan kesehatan Obama, mencabut kesepakatan nuklir Amerika dengan Iran, dan menyusun kembali perjanjian-perjanjian perdagangan penting dengan negara-negara lain, terutama Meksiko dan Kanada.

Dalam pidato kemenangannya, Trump menyeru rakyat Amerika untuk bersatu setelah kampanye yang sangat memecah belah.

Ia mengatakan bahwa ia telah berbicara lewat telepon dengan Clinton dan mereka telah bertukar ucapan selamat atas kompetisi yang berat ini. Trump, yang menghabiskan sebagian besar kampanye untuk mendorong para pendukungnya untuk memenjarakan Clinton, mengatakan bangsa itu berutang “terima kasih yang sangat besar” atas layanan publik selama bertahun-tahun.

Kandidat Republik itu mendobrak dinding Demokrat yang telah berdiri sejak lama, meraih suara di Pennsylvania dan Wisconsin, yang merupakan negara-negara bagian yang tidak memilih kandidat presiden Partai Republik sejak 1980an. Ia memerlukan kemenangan di hampir semua negara yang diperebutkan, dan ia melakukannya, mengklaim suara mayoritas di Florida, Ohio, North Carolina dan yang lainnya.

Pasar-pasar saham global dan perdagangan saham AS anjlok, merefleksikan kekhawatiran investor akan arti kepresidenan Trump terhadap ekonomi dan perdagangan.

Advertisements

Tidak Lagi Pakai Proses Tenun, Bodi Lamborghini Makin Ringan

Lamborghini memasuki babak baru dalam industri otomotif. Pabrikan berlogo banteng mengamuk ini siap memperbanyak supercar berbobot ringan di masa depan.

Dilansir Carbuzz, Lamborghini menjalin kerja sama dengan produsen pesawat terbang, Boeing. Mereka meriset cara memproduksi massal material serat karbon dengan proses tempa alias forged carbon fiber (FC). Cara ini telah dilakukan saat Lamborghini membangun Sesto Elemento, supercar yang berbobot hanya 998 kilogram.

Untuk penelitian lebih lanjut, Lamborghini turut meresmikan Advanced Composites Research Center di Seattle, yang juga menjadi markas Boeing. Lamborghini akan memperbaiki metode produksi agar prosesnya lebih cepat dan biayanya lebih rendah.

Cara FC merupakan terobosan proses manufaktur dalam membuat serat karbon yang lebih kuat jika dibandingkan versi tradisional dengan cara ditenun. Benang serat karbon bercampur resin dijepit dan dipanaskan dengan dua cetakan baja bertekanan 1.200-1500 psi.

Proses ini hanya memakan waktu selama tiga menit. Bandingkan dengan metode tenun yang butuh waktu hingga 24 jam.

Direktur Riset dan Pengembangan Lamborghini, Maurizio Reggani menyebut kelemahan dari cara FC yaitu hasilnya yang mengkilap dengan corak berantakan seperti marmer, bukan berpola seperti serat karbon pada umumnya. Lamborghini terus mencari cara agar serat karbon hasil dari proses FC menarik dipandang.

Keunggulan teknologi yang dimiliki Lamborghini bakal turut menguntungkan Volkswagen Group selaku perusahaan induk. Serat karbon yang berhasil diproduksi massal dapat dimanfaatkan sebagai material pembuat mobil pada VW. Audi, hingga Porsche.

Sumber : http://otomotif.liputan6.com/read/2543487/tidak-lagi-pakai-proses-tenun-bodi-lamborghini-makin-ringan